Showing posts with label Goa2 Di Jogja. Show all posts
Showing posts with label Goa2 Di Jogja. Show all posts

Saturday, November 6, 2010

Gua Bribin Ekpedisi Sungai Bawah Tanah

Ekpedisi Gua Bribin

 Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu, Opak Ditjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum terus berupaya menyelesaikan pekerjaan instalasi air baku (BSBT) yang dikenal Goa Bribin.

Goa Bribin menggunakan teknologi canggih, Goa Bribin dibanding proyek serupa yang ada di DIY terletak pada teknologi yang digunakannya. Ke - 3 Bendung Sungai Bawah Tanah (BSBT )sebelumnya hanya menggunakan teknologi konvensional.

Gua Bribin berlokasi di Desa Sindon, Kecamatan Semanu, Yogyakarta ini pertama kali dikerjakan tahun 2004 dan direncanakan selesai pertengahan tahun 2008. Saat ini progress fisiknya sudah mencapai 75 persen dan telah menelan dana sekitar Rp 30 miliar dari total keseluruhan Rp 38 miliar.

Proyek BSBT Bribin adalah yang ke-4 setelah Ngobaran, Baron dan Seropan. Dana APBN/D sebesar Rp 38 Miliar untuk merampungkan proyek ini hanya digunakan untuk pekerjaan konstruksinya. Adapun teknologi, peralatan bor dan turbin, serta pompa-pompa berasal dari bantuan murni (grant) dari pemerintah Jerman.


Menurutnya, teknologi yang digunakan untuk proyek Bribin ini merupakan yang pertama di dunia. Ke depan, apabila rekayasa teknologi ini berhasil diterapkan di PSBT Bribin, kemungkinan akan diterapkan untuk proyek serupa di daerah-daerah lain di Indonesia. Dijelaskan, dari Goa Bribin ini, air sungai bawah tanah akan dialirkan melalui pipa-pipa dengan sistim gravitasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gunung Kidul yang rawan air.

 Air baku dari Goa Bribin diperuntukkan bagi 97 ribu jiwa yang tersebar di 13 Desa dan 5 Kecamatan. Dengan kapasitas debit air sebesar 800 liter/detik, yang disalurkan melalui sistim perpipaan hanya 10 % nya. Selebihnya dibiarkan mengalir untuk dimanfaatkan masyarakat di bagian hilir. Pembangunan Proyek ini melibatkan instansi lain seperti Departemen PU, Batan, Propinsi DIY dan pemerintah Jerman.

Selain diperuntukkan untuk penyediaan air baku, air bawah tanah ini juga dimanfaatkan bagi keperluan irigasi dan pembangkit tenaga listrik.

Gua Ningrong Penuh Tantangan Dan Petualangan

Gua Ningrong di Wonosari Yogyakarta

Selain mempunyai banyak Wisata pantai yang indah, ternyata daerah Gunung Kidul mempunyai banyak gua, lebih kurang 10 gua lebih salah satunya Gua Ningrong.

Gua ini juga masih berada di daerah Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta.

Gua yang memiliki diameter 10 meter, tinggi langit-langit gua ini sampai 40 meter dengan lebar kira-kira 20 meter.Gua Ningrong ini berada di sebuah lembah besar di pinggir jalan raya ini dikenal sebagai gua dengan medan yang variatif dan pemandangan yang menakjubkan, karena tidak hanya lorongnya yang horisontal dan vertical. Di sini juga terdapat telaga yang luas, tidak tanggung- tanggung 3 buah telaga berada di dalamnya. Luas telaga tersebut kira-kira sekitar 10 x 20 meter

Untuk memasuki Gua ini kita juga harus mempunyai peralatan yang wajib lengkap seperti di Gua Jati yang pernah saya tuliskan sebelumnya. Gua yang berada di sebuah lembah besar di pinggir jalan raya ini dikenal sebagai gua dengan medan yang variatif dan pemandangan yang menakjubkan, karena tidak hanya lorongnya yang horisontal dan vertical. Di sini juga terdapat telaga yang luas, tidak tanggung- tanggung 3 buah telaga berada di dalamnya.

Peralatan Yang Harus dipersiapkan

Mengenakan pakaian overall, headlamp dan bom karbit sebagai alat penerangan, peralatan SRT, dan tambahan pelampung.

Wisata Yogyakarta Di Gua Jati Dan Gua Semuluh Yang Penuh Pesona

Gua Jati

Kabupaten Gunung Kidul atau Wonosari di Daerah Istimewa Yogyakarta ini banyak menyimpan Keindahannya. Selain mempunyai Banyak Pantai yang indah berbatu karang dan Pasir Putihnya, ternyata di Kabupaten Wonosari ini juga banyak memiliki Goa-goa yang begitu indah dan menawan dan masih asli.

Bahkan di antaranya ada yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cave World Heritage, warisan dunia yang tidak ada duanya dan harus dijaga kelestariannya. Salah satu dari Gua tersebut adalah Gua Jati, Gua jati ini mempunyai kedalaman 95 meter dan berdiameter 4x8 meter. Karena Medan untuk menuju ke Gua2 yang ada
di daerah wonosari ini tidak mudah dan wajib untuk mempergunakan alat khusus yang biasa dipakai untuk Panjat Tebing maka tidak heran kalo keberadaan Gua2 tersebut jarang dikunjungi oleh para wisatawan.

Kebanyakan Gua-gua yang ada tersebut termasuk Gua Jati hanya dikunjungi oleh para wisatawan yang suka dan hobi Panjuat diding, karena merekalah yang mempunyai peralatan lengkap sekaligus berpengalaman dengan medan yang ada sekaligus sabagai wisata yang penuh tantangan untuk ditaklukan.

Gua Jati ini memiliki Kareteristik tersendiri dibandingkan dengan Gua2 yang ada di indonesia, Jika dari mulut gua ke pitch pertama, gua berbentuk sumuran dan masih ada cahaya matahari dan pitch pertama hanya berbentuk teras penuh jangkrik seluas 3x1 meter, maka menuju pitch kedua lorong gua berbentuk kerucut terbalik. Dengan kedalaman 41 meter, satu-persatu anggota tim pertama menuruni gua dalam keadaan gelap dan tentunya
menggunakan headlamp sambil perlahan-lahan melihat keadaan sekeliling gua yang tidak jelas terlihat pinggirannya. Hingga akhirnya tiba di dasar gua yang ternyata sangat luas, sekitar 30 meter diameternya.

Di salah satu sudut dasar Gua terdapat lorong horisontal yang terdiri batuan breakdown (runtuhan), penulis memperkirakan lebarnya sekitar 50 meter dan tinggi langit langit gua sekitar 30 meter. Permukaan gua terdiri sebuah tanah miring. Tim langsung menyusuri jalan setapak di atas permukaan endapan tanah yang miring, serta ujungnya terdapat tanah datar seluas lapangan bola.

Lorong terus memanjang dengan pilar-pilar ornamen coloum (stalaktit dan salakmit yang menyatu membentuk tiang), soda straw (satalaktit berbentuk pipa-pipa kecil seperti sedotan), pilar-pilar kecil berbentuk pagar batuan besar dan ornamen besar lainnya seakan
membentuk istana dengan gerbang pilar dan tahta raja. Pemandangan menakjubkan ini seakan memindahkan bangunan ala Yunani ke dalam gua tersebut.

Gua Semuluh


Letak dari Gua Semeluh ini sangat berdekatan sekali dengan Gua jati, tetapi karakteristik dari GuaSemuluh sangat berbeda dengan Gua Jati.Kalo Gua semuluh berbentuk Horisontal atau menurun, Gua semuluh karakteristiknya hampir sama dengan gua-gua pada umumnya, yaitu berbentuk Vertikal atau mendatar. Sehingga gua semuluh ini bisa dinikmati oleh siapa saja, tetapi jangan lupa untuk membawa peralatan yang memadai juga karena Gua semuluh ini masih perawan dan belum digarap oleh Pemerintah setempat. Sehingga Gua tersebut cukup Gelap untuk bisa dinikmati kalu kita tidak membawa Penerangan sendiri.

Kalo kita pernah mengunjungi Gua Kiskendo atau Gua Cermai di daerah Bantul, Gua semuluh ini hampir sama bentuknya tetapi mempunyai tantangan serta keindahan yang berbeda pula.

Goa Kiskendo Menyimpan Sejuta Legenda Dan Keindahan

Goa Kiskendo

Goa Kiskendo merupakan Goa yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Wates-Kulon Progo. Dari Goa Kiskendo ini bisa menembus ke Goa Seplawan yang berada di Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah), bukan hal yang aneh karena letak dari Goa Kiskendo sendiri sangat berdekatan atau berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo.

Goa Kiskendo ini terletak di desa Jatimulyo kecaman Girimulyo, kurang lebih 38 km dari kota Yogyakarta dan 21 km dari kota Wates. Goa Kiskendo merupakan goa alam di Perbukitan Menoreh dan dapat ditelusuri dengan mudah sejauh 600 meter dari mulut goa. Perbukitan Menoreh sendiri merupakan perbukitan yang cukup terkenal di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain memiliki Udara yang sejuk perbukitan menoreh juga terkenal akan aktifitas penduduknya yang rata-rata bekerja sebagai pembuat Gula Jawa yang memiliki Kualitas terbaik sekaligus sebagai penyadap Nira. Tidak Itu saja Ketenaran dari Perbukitan Menoreh dijaman penjajahan Belanda dan jepang dulu tempat ini juga sebagai tempat bersembunyi para pejuang-pejuang kemerdekaan sekaligus untuk mengatur setrategi perang melawan para penjajahan Belanda dan ditempat ini pula Pahlawan Kemerdekaan Yaitu Sentot Pawiroderjo Alibasyah berasal.


Konon goa Kiskendo ini dilatarbelakangi legenda pertempuran Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali, yang secara lengkap digambarkan dalam relief di samping mulut goa.

Goa Kiskendo ini sanagat menarik sekali karena banyak kita jumpai ornamen Gua yang berbentuk stalaktit dan stalaknit yang berusia ribuan tahun menjadikan panorama khas goa Kiskendo. Di dalam Goa Kiskendo ini terdapat beberapa tempat yang sakral dan digunakan untuk kegiatan ritual, antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek, dan Pertapaan Santri Tani. Bagi para caver dapat menyelusuri lebih jauh di goa Sumitro yang terletak hanya beberapa meter di bawah goa Kiskendo. Mungkin Kalau ingin lebih detailnya mengenai info dan foto yang lengkap bisa anda tanyakan langsung pada Dinas Pariwisata Yogyakarta atau Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons