Showing posts with label Pantai Jogja. Show all posts
Showing posts with label Pantai Jogja. Show all posts

Tuesday, November 16, 2010

Pantai Ngobaran bersantap Landak Laut

Pantai Ngobaran Yogyakarta

Pantai Ngobaran merupakan salah satu pantai di daerah Gunungkidul atau sebelah barat Pantai Ngrenehan, Kurang lebih Jaraknya 1 Km dari Pantai Ngrenehan. Pantai Ngobaran merupakan pantai yang kaya pesona budaya. Disini terdapat berbagai ragam eksotisme wisata yang menarik mulai dari pura, masjid yang menghadap ke selatan, hingga potensi kuliner terpendam yaitu landak laut goreng.

Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Di pantai ini, jangan berharap untuk dapat menikmati hamparan pasir laut. Pantai ini memang salah jenis pantai dengan tebing karang yang tinggi. Jika air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.

Pesona yang tak kalah menariknya dari pantai ini dan jarang ditemukan di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan.

Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Terdapat pula sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Anda juga bisa menemukan sebuah masjid. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan.

Di pantai ini juga cukup terkenal dengan wisata kuliner khas landak laut. Jika anda datang pada sore hari, akan dijumpai warga tengah mencari landak laut untuk dijadikan makanan malam harinya. Agar bisa disantap, landak laut dikepras dahulu durinya hingga rata dan kemudian dipecah menggunakan sabit. Daging yang ada di bagian dalam landak laut kemudian dicongkel. Landak laut yang didapat biasanya diberi bumbu berupa garam dan cabe kemudian digoreng. Menurut penduduk, daging landak laut cukup kenyal dan lezat.


Pantai Ngobaran berlokasi di desa Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Dari Wonosari yang merupakan kabupaten Gunungkidul berjarak sekitar 35 km ke arah selatan dan dari arah Yogyakarta sekitar 65 km.

Friday, November 5, 2010

Pantai Sadeng Menyimpan Petilasan Jaman Prasejarah

Pantai Sadeng Yogyakarta atau Jogjakarta

Sungai Bengawan Solo mengalir tenang digunakan dari hulu di wilayah utara dan bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Empat juta tahun yang lalu, bagaimanapun, proses geologi terjadi. Australia slab masuk ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan Tanah Jawa naik perlahan-lahan. Kursus sungai tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Baris tua kemudian dikeringkan karena tidak ada lagi air yang mengalir. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang di bawah permukaan laut.

Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Selain melayani sebagai objek wisata, Sadeng, yang merupakan muara sungai, merupakan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Yogyakarta. Keduanya menjadi situs geologi. Begitu, ada paket wisata perjalanan Bengawan Solo Purba hingga muaranya.

Dalam perjalanan ke Sadeng, kita dapat melihat beberapa ratus meter dari Sungai Bengawan Solo Purba. Kita bisa melihat garis setelah tiba di sebuah papan biru dengan tulisan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Turun dari kendaraan Anda dan melihat dengan hati-hati di bekas aliran sungai dan merekam dengan kamera Anda.

 Ada dua bukit kapur yang tinggi papan sebuah dataran rendah yang digunakan untuk menjadi garis sungai. Dataran rendah yang kini berfungsi sebagai bidang bagi masyarakat lokal untuk menanam sayuran lengkungan indah sejauh 7 kilometer utara wilayah Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri. The bends begitu menggoda bahwa mata kita harus melihat mereka.

Jalur aliran juga bisa dieksplorasi ke arah selatan hingga muara mantan di Pantai Sadeng. Salah satu nelayan mengatakan bahwa muara sungai Bengawan Solo Purba berada di pantai timur, wilayah yang saat ini merupakan bagian dari pelabuhan ikan. Meskipun demikian, menjelajahi ke selatan tidak seindah yang di utara karena garis Pantai Sadeng akan tidak dalam arah yang sama dengan aliran sungai terbesar di Jawa.

Ketika kami sampai ke pantai, kita akan melihat pemandangan yang berbeda. Wilayah pantai juga mengalami perubahan seperti garis sungai yang kini berfungsi sebagai lapangan sayuran. Pantai Sadeng kini berfungsi sebagai pelabuhan ikan yang paling maju di Yogyakarta. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan perahu motor besar, pompa bensin, tempat penampungan bagi nelayan dan pusat pelelangan ikan dan koperasi nelayan.

Pengembangan Sadeng sebagai pelabuhan ikan memiliki cerita tersendiri. Sekitar tahun 1983, sekelompok nelayan dari Gombong, Jawa Tengah datang ke tempat ini. Mereka menganggap Sadeng sangat berpotensi sebagai tempat melaut. Tantangannya cukup berat, tidak hanya gelombang besar, tetapi juga kepercayaan masyarakat lokal yang melarang orang untuk pergi laut dan pantai yang diyakini mistik.

Salah satu nelayan, Pairo, mengatakan kepada saya bahwa nelayan dari Gombong percaya bahwa setiap orang bisa masuk ke Pantai Sadeng. Jadi, siapa pun yang berani tinggal di Sadeng akan hidup. Akhirnya, nelayan dari Gombong hidup dan membuat hidup mereka dengan hasil tangkapan mereka di tempat itu.

Sejak itu, daerah tersebut terus berkembang. Pada tahun 1986, pusat pelelangan ikan dan dibangun pelabuhan yang dilengkapi mercusuar untuk mendukung aktivitas perikanan dibangun. Dalam 1989s, sebuah koperasi untuk nelayan dibentuk. Pada tahun 1995, kantor yang mengurus hasil tangkapan ikan yang juga berfungsi sebagai tempat penampungan untuk para nelayan diorganisasi.

 Kita akan melihat perkembangan perikanan di Sadeng dengan mengunjungi semua bagian pantai. Kita akan melihat nelayan yang membersihkan perahu, mengangkut ikan ke pusat acution, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan, dan sejumlah ibu-ibu mengasuh anak-anak di pondokan. Semua orang sibuk dengan aktivitas perikanannya.

 Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan sebuah proses evolusi. Sepanjang jalan, kita dapat mengingat evolusi dataran rendah dari garis Bengawan Solo Purba dari waktu pada saat air masih mengalir dengan kondisi di mana garis perubahan fungsinya sebagai suatu bidang di mana masyarakat setempat menanam sayuran. Sementara itu, mengunjungi pantai tampaknya seperti mengingat pantai yang digunakan untuk menjadi muara yang tenang dan sekarang itu menjadi pelabuhan ikan terbesar di Yogyakarta.

Pantai Kukup Terlihat Molek Dari Gardu Pandang

Pantai Kukup Wonosari Jogjakarta

Gardu Pandang Pantai Kukup
 Di pantai Kukup ini terdapat pulau karang yang Besar seperti Bukit yang dihubungkan oleh jembatan untuk menuju ke Gardu Pandang. Dari  Gardu pandang inilah kita bisa melihat hamparan pantai yang begitu luas dan indah yang sangat luas dengan ombak yang berdebur, membuat hawa menjadi sejuk walaupun di saat Siang hari.
 Bahkan dari atas gardu pandang ini kita bisa menyaksikan Sunrise dan Sunset dengan jelas dan terlihat sangat Indah. Meskipun siang hari, ketika mereka berada di pulau karang ini akan terasa sejuk karena angin bertiup cukup keras.

 Kalau anda ingin sekali mengunjungi Pantai ini jangan lupa pula untuk menyinggahi Pantai Nrini Dan Baron. Karena Pantai Kukup ini sangat berdekatan dengan Pantai Baron Dan Krakal, serta Pantai Sundak. Bahkan di Pantai Kukup Jogjakarta ini anda juga bisa menyewa Jaring Ikan utuk menangkap Ikan Hias Air Laut yang banyak terdapat di Pantai Kukup ini. Tidak hanya anak-anak saja yang menyewa jaring orang dewasa dan orang tuapun ikut larut dalam keasyikan menjaring ikan yang ada disekitar Pantai.

Pantai Kukup terletak sekitar 25 km di selatan Kota Wonosari. Jika dari Yogyakarta menuju ke pantai berlangsung sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor. Jalan ke pantai dan berliku atas dan ke bawah. Jadi harap berhati-hati ketika menggunakan kendaraan untuk datang ke sini.

Pantai Siung Yogyakarta yang Menyimpan Seribu Misteri

Pantai Siung Wonosari Jogjakarta

Daerah Wonosari jogjakarta banyak sekali menyimpan potensi wisata terutama Pantai pasir putih dan batu karangnya. Dari sekian pantai yang ada di daerah wonosari ini salah satunya adalah Pantai Siung, Karena ada batu karang yang bentuknya menyerupai SIUNG atau Taring maka oleh penduduk disekitar Pantai ini dinamakan Pantai Siung.

 Pantai Siung ini masih terdapat di daerah Wonosari, tepatnya daerah Tepus. Kira-kira perjalanan ditempuh dari kota jogjakarta sekitar 1,5 sampai 2 jam. Pantai ini akan terlihat makin indah apabila dilihat pada sore hari, tetapi kita tidak bisa melihat sunset disini karena tertutup Batu Karang yang besar dan tinggi. walau begitu tidak menutup sisi keindahan dari pantai siung ini justru pemandangan yang indah bisa kita lihat karena indahnya Batu karang yang berjajar sampai ketengah laut makin nampak mempesona.


Lokasi Pantai Siung

Pantai Siung ini tepatnya di desa Purwodadi, Kecamatan Tepus di kabupaten Gunung Kidul Wonosari Jogjakarta. Jarak Pantai siung ini Kurang lebih 72 Km dari Kota Yogyakarta, atau 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Jalan menuju Pantai ini tidak begit terjal dan jalannyapun sudah halus dan beraspal rata. Pantai Siung sendiri sangat berdekatan dengan Pantai Wedi Ombo.

Pantai Sundak Yogyakarta Menyimpan Sejuta Keindahan

Pantai Sundak Di Yogyakarta atau Jogjakarta

Pantai Sundak ini persisnya berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalan dari Kota Yogyakarta hanya ditempuh dalam waktu 1.5 jam saja. Deretan dari Pantai Sundak ini sangat berdekatan dengan Pantai Baron dan Pantai Kerakal. Memang di Kabupaten Gunung Kidul ini sangat kaya sekali akan wisata pantai Pasir Putih dan batu karang atau Coralnya yang Indah dan menawan.

Legenda Pantai Sundak


Kata-kata SUNDAK sendiri berasal dari Kata Asu atau anjing dan Landak, yang konon oleh penduduk setempat sebelum dijadikan tempat wisata Pantai Sundak ini sering dijadikan tempat bermain antara Asu dan Landak. Sumber ini saya dapat dari masyarakat sekitar, entah itu Legenda atau benar adanya yang pasti itu merupakan cerita Rakyat yang tersebar sudah beribu-ribu tahun lamanya sebelum Pantai Sundak ini dijadikan tempat wisata oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul.

Kisah dari Cerita Rakyat tersebut "Anjing itu selalu mengejar - ngejar Landak sampai masuk kedalam Goa". Selain anda bisa menikmati keindahan Pantai Sundak yang dikelilingi oleh Perbukitan yang hijau terhampar sehingga Pantai Sundak ini terkesan begitu sejuk nan hijau memukau, anda juga bisa melihat Goa yang jaraknya sangat cukup dekat dengan Sundak ini. Tapi awas anda harus cukup berhati - hati sekali untuk melihat Goa ini karena di dalam Goa ini mengalir air Bawah Tanah yang mengalir ke Panta Sundak. 


Hamparan Pasir Putih dan Hijaunya alam disekitarnya dan ditambah deburan ombak, sangat indah dan sejuk sekali untuk dinikmati walaupun di cuaca siang hari tentu akan membuat para wisatawan yang bearda disini betah sekali. Anda juga bisa menikmati Indahnya perbukitan yang hijau memukau ini, sehingga Pantai Sundak ini sangat Indah sekali apabila dilihat dari atas bukit. Kalau tidak percaya silakan anda buktikan sendiri untuk mengunjungi Pantai Sundak ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons